seandainya kemarin terulang,
aku ingin kembali kemarin
aku ingin tidak terjadi demikian
karena ulahku
hari sabtu yang lalu, aku pulang semarang-cirebon naik motor, tanpa minta izin pada suamiku. aku pulang sama saudara sepupuku. di jalan, pertama-tama kali jalan sih asyik-asyik aja... setelah sampe di alas roban,, baru kerasa, perjalanan jam 7 malam rasanya seperti menggantungkan nyawa di jalan.. (jadi inget pas koas forensik), truk, bus, tronton semua berbalap-balap. saudara sepupuku saling nyalip dengan mereka, akhirnya akupun saling nyalip juga karena aku ga mau tertinggal saudara sepupuku (krn aku belum tahu rute semarang - cirebon via motor). bener-bener perjalanan kaya setan! ngebut, keanginan, kehujanan...
aku emang sengaja ga ijin huniy, kalo aku ijin, pasti ga dibolehin...
tiiiiiiiiiiiit,
akhirnya udah sampe cirebon..jam 23.00 dari start jam 18.00 dari semarang.
aku langsung pulang ke rumah, di rumah ada ibu... lalu aku cerita perjalananku..tanggapan ibu sih oke-oke aja. tapi bapak sedikit agak marah...hmmm... "perempuan rak nggenah" katanya... huhu... "udah nanti pulangnya naik kereta aja apa naik bis. biar motornya nanti dianter irawan." bapak sebetulnya tidak membolehkanku karena aku anak perempuan.
setelah itu, aku pamit mau ke RS mitra plumbon karena ibu mertuaku masuk ICU. disambut huniy, cuma geleng-geleng kepala. "nanti pulangnya naik harina ajalah... jangan naik motor gitu. kenapa ga bilang-bilang sih?" katanya dengan nada tinggi. aku tahu huniy marah. "Kaya ga mampu beli tiket aja." aku cuma bisa diam...
tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit
akhirnya aku pulang juga ke semarang naik bis.. ufff capek yah.. 6 jam di dalam bis, jalannya lemot, pake ngetem segala..
sementara motorku di cirebon dan adikku yang mengantarnya ke semarang..
benar saja, sesuai dengan dugaanku.. adikku jatuh di kendal. adikku sih gapapa, motornya tapi berputar, lecet di bagian belakang, cuma lecet kecil sih.. menyedihkan...
sebetulnya, aku cuma ingin tahu, gimana sih perjalanan semarang-cirebon. perjalanan agak jauh gitu...
tapi ternyata menyeramkan..
apalagi ga dapat izin dari huniy...
afwan ya huniy..
aku cuma pengen uji nyali.. ga lagi-lagi, aku pergi tanpa izin huniy. sekarang, semua yang aku lakukan atas izin saja. aku ingin selamat. ga mau mati karena sia-sia dan durhaka.
semua yang ingin aku lakukan: rafting, hiking lagi spt dulu... sudahlah, aku buang jauh-jauh keinginan untuk demikian. huniy ga suka.
coba kalo aku pulang pergi naik harina aja, lebih selamat, ongkosnya lebih murah, motornya selamat, aku ga kecapekan, adikku selamat, sandalku juga ga rusak, seandainya kemarin aku lebih bijak menilai,,, ga terlalu mengikuti hawa nafsu.. bilang dan minta izin dulu sama huniy..
mungkin aku ga demikian keadaannya.. sedih nian..
mudah-mudahan aku dapat pelajaran yang sangat berharga dari kejadian ini... kalau aku harus dapat ridho huniy.. karena ridho huniy sekarang, bagiku, sama seperti ridho orang tua waktu dulu. dan itu pula ridhonya Tuhanku...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar